Alih Fungsi Tanah Wakaf TPU di Desa Kabobona Sigi Diprotes Warga

Kantor Desa Kabobona Kabupaten Sigi. (Istimewa)

SIGI, KABAR SULTENG – Rencana alih fungsi tanah wakaf Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Kabobona Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi untuk pembangunan gedung perpustakaan dan balai desa mendapat protes dari sejumlah warga setempat.

Lahan wakaf TPU seluas 7000 meter persegi itu, terletak di Jalan Lekatu, RT 3 Dusun 1 Desa Kabobona, atau lebih dikenal dengan Kampung Kodok.

Mohammad Syafa’ad, menyampaikan, tanah yang diwakafkan sang kakek, yakni almarhum Muh. Amin dan almarhumah Siti Habibah, untuk digunakan sebagai TPU, akan di alih fungsikan untuk pembangunan gedung perpustakaan dan balai desa oleh Pemerintah Desa Kabobona.

Baca juga: LPKN : Sistem Parkir di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Melanggar UU Konsumen dan Layanan Publik

“Kami menolak tanah yang diwakafkan itu jika di alih fungsikan untuk pembangunan gedung perpustakaan dan balai desa,” ujar Syafa’ad, kepada kabarsulteng.id Senin, 4 Desember 2023.

Parahnya, kata Safa’ad, saat rapat pembahasan terkait alih fungsi lahan TPU pihak Pemerintah Desa Kabobona tidak melibatkan dan menghadirkan ahli waris.

“Pemdes tidak pernah melibatkan sama sekali ahli waris dalam pengambilan keputusan musyawarah desa, tidak ada penyampaian surat pemberitahuan sampai pada ahli waris,” katanya.

Olehnya, pihak ahli waris merasa keberatan terkait masalah ini, sebab keinginan orang tua adalah mewakafkan untuk TPU, namun di alihkan ke pembangunan lain.

“Itu dalam syariat Islam tidak dibenarkan, jika tanah itu tetap di alih fungsikan untuk pembangunan lain, maka pihak ahli waris bersepakat akan menempuh jalur hukum, siapapun pihak yang terlibat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kabobona, Anwar, saat dikonfirmasi, membenarkan jika tanah yang telah diwakafkan untuk TPU direncanakan akan dialih fungsikan.

“Masalah lahan pekuburan itu memang betul direncanakan akan di alih fungsikan, kemarin kami rapat dan berita acaranya sudah ada, saya akui itu pada rapat kemarin itu memang kami tidak libatkan ahli waris, tetapi ada nama mereka di situ, kami juga belum sempat kunjungi untuk meminta tanda tangan mereka,” ujar Anwar.

Anwar menerangkan, alasan lahan TPU itu di alih fungsikan, karena sebelumnya sudah ada ganti lahan yang dibeli oleh Pemerintah Desa Kabobona.

“Tanah yang kemarin mereka wakafkan itu kita fungsikan karena gantinya sudah ada,,” terangnya.

Ia menyampaikan, salah satu alasan lahan itu dialih fungsikan, karena ada beberapa juga masyarakat mengusulkan ke pemdes bahwa lahan itu sudah tidak layak untuk dijadikan TPU.

“Karena kondisi sekarang di tanah wakaf itu sudah banyak penduduk,” jelasnya.

Kemudian, tambah Anwar, yang menjadi dasar untuk mengalih fungsikan karena sertifikat lahan tersebut atas nama pemerintah desa.

“Kalau memang di situ ada masalah pembuatan sertifikat itu atau keberatan dari ahli waris, kami juga dari pemerintah desa, tidak ada keberatan sama sekali untuk dibatalkan pembangunan disitu,” kata Anwar.

“Saya pikir sebenarnya ini kalau dibicarakan secara kekeluargaan kemarin, saya kira tidak ada masalah untuk kami pemerintah, kalau memang dibatalkan, kalau memang mereka tidak kasih,” ujarnya.(AM)

 

Ikuti juga berita menarik lainnya di saluran Whatsapp Official kabarsulteng.id klik disini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *