LPKN : Sistem Parkir di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Melanggar UU Konsumen dan Layanan Publik

LPKN : Sistem Parkir di Bandara Mutiara Sis Aljufri Melanggar UU Konsumen dan Layanan Publik
Ketua Umum LPKN RI, Adv. Egar Mahesa.,SH.,MH., C. DM.,C. Med

PALU, KABAR SULTENG – Lembaga Pemerhati Khusus Nasional (LPKN) Republik Indonesia menyebut sistem Pengelolaan parkir di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu yang dikelola oleh pihak ketiga, yakni PT. Centre Park dinilai bertentangan dengan Undang-Undang (UU) Perlindungan Konsumen dan Layanan Publik.

“Kalau saya lihat pengelolaan pembayaran parkir kendaraan secara elektronik (e-parking) di bandara itu lebih mengedepankan kepentingan bisnis daripada pelayanan publik, terutama kepada pengunjung bandara,” ujar Ketua Umum LPKN RI, Egar Mahesa, kepada kabarsulteng.id, Minggu (3/12/2023).

Egar menerangkan, penerapan sistem elektronik di Bandara Mutiara Sis Al Jufri Palu oleh PT. Centre Park selaku pihak ketiga dinilai mempersulit pengunjung, karena akses masuk ke bandara terhalang karena kendala teknis seperti tidak memiliki kartu elektronik dari perbankan atau saldo yang cukup untuk parkir.

Baca juga: Saldo E-Parking Bandara Sis Al Jufri Palu Dinilai Tidak Rasional, Beli Harga Rp 50 Ribu Isi Saldo Kadang Rp 30 Ribu Kadang Rp 20 Ribu

“Padahal mungkin ada orang datang ke bandara cuma satu kali, atau uang yang dibawa tidak cukup jadi tidak bisa beli kartu atau mungkin tidak punya saldo, berarti tidak bisa masuk bandara dong? Itu namanya mendiskriminasi, apalagi dengan skema saldo yang mengendap,” terang Egar.

kata Egar, masalah ini sudah bertentangan dengan UU Konsumen dan Layanan Publik dan bisa saja terjadi pelanggaran Hak Asasi, karena semua orang berhak memperoleh akses dan menggunakan jasa bandara.

“Pengelolaan parkiran di bandara Sis Al Jufri masih terlalu dini di pihak ketigakan, dengan kondisi yang menurut saya masih premature,” katanya.

Baca juga: Dikelola Pihak Ketiga, Begini Besaran Tarif Parkir, Harga dan Saldo E-Parking di Bandara Sis Al Jufri Palu

Egar juga menegaskan, kebijakan pihak Bandara menunjuk PT. Centre Park sebagai pengelola parkir ditengarai adanya hal-hal yang menimbulkan tanda tanya bagi masyarakat.  Karena penunjukan pihak ketiga ini terindikasi tanpa analisa dan melalui proses tender maupun penjaringan melalui stakeholder terkait.

“Ini jadi pertanyaan kita semua, karena bandara itu bukan perusahaan pribadi, walaupun ada skema bagi hasil didalamnya, karena pada prinsipnya sistem ini harus dikaji bersama, tidak bisa main tunjuk, apalagi misalnya jika perusahaan pihak ketiga itu bukan dari Sulteng,” tegas Egar.

Sebelumnya, Kepala Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Rudi Richardo, saat dikonfirmasi, menyampaikan, dalam rangka meningkatkan layanan pengelolaan parkir secara professional dan modern kepada pengguna jasa parkir di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, maka berdasarkan beauty contest telah ditetapkan PT. Centre Park selaku pengelola parkir.

Pengelolaan parkir oleh PT. Centre Park dilaksanakan berdasarkan persentase bagi hasil antara pihak Bandara.***

 

Ikuti update berita menarik lainnya di saluran Whatsapp Official kabarsulteng.id klik disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *