Satu dari Dua Anak Tenggelam di Sungai Singkoyo Banggai Ditemukan Meninggal

Satu dari bocah korban tenggelam di Sungai Singkoyo, Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulteng, ditemukan meninggal dunia. Foto: istimewa
Satu dari bocah korban tenggelam di Sungai Singkoyo, Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulteng, ditemukan meninggal dunia. Foto: istimewa

Banggai, kabarsulteng.id – Satu dari bocah korban tenggelam di Sungai Singkoyo, Desa Jaya Kencana, Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulteng, ditemukan meninggal dunia, Senin 22 Mei 2023.

Jasad korban tersebut langsung dievakuasi tim SAR gabungan.

Kepala Basarnas Palu Andrias Hendrik Johannes menyebutkan, korban yang baru ditemukan bernama Afkar (8), sedangkan sang kakak yang juga ikut hanyut dan tenggelam belum ditemukan.

Baca juga: Kakak Beradik di Banggai Tenggelam Saat Bermain di Sungai Singkoyo

Lanjutnya, korban bersama sang kakak Ima Nafzifa (11) hanyut dan tenggelam ketika terseret arus Sungai Singkoyo saat mandi.

“Afkar telah di temukan oleh warga dalam keadaan meninggal dunia pada pukul 13.35 wita. Dengan jarak kurang lebih 300 meter dari lokasi kejadian,” sebut Andrias Hendrik Johannes, Senin 22 Mei 2023.

Andrias Hendrik Johannes menerangkan, tim SAR gabungan memulai pencarian pada pukul 07.00 wita dengan melakukan pembagian SRU menjadi 3.

Baca juga: https://www.kabarsulteng.id/2023/05/22/kronologi-adik-kaka-di-banggai-terseret-arus-sungai-nekad-mandi-saat-banjir/

Dimana SRU 1 bertugas melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet sejauh 5 km dengan menyisir sepanjang aliran sungai.

Kemudian SRU 2 dan 3 melakukan pencarian secara manual dengan berjalan kaki di pinggiran sungai kiri dan kanan sejauh 2 km.

Baca juga: https://www.kabarsulteng.id/2023/05/03/basarnas-palu-evakuasi-bus-bawa-santri-yang-masuk-jurang/

“Pencarian hari ini dilakukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Personil Basarnas, TNI, Polri, Bpbd, senkom, Rapi dan masyarakat setempat. 1 tim menyisir dengan perahu karet dan tim lainnya menyisir dipinggiran sungai, terang” terang Andrias Hendrik Johannes.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *