Turunkan Stunting, IDI Gelar Bakti Sosial di Kelurahan Layana Indah

Ketua IDI Cabang Palu Muhammad Natsir saat membagikan paket sembako. Foto: Angel/kabarsulteng.id
Ketua IDI Cabang Palu Muhammad Natsir saat membagikan paket sembako. Foto: Angel/kabarsulteng.id

Palu, Kabarsulteng.id – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palu mengelar Bakti Sosial Peduli Stunting di Kelurahan Layana Indah, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Minggu 21 Mei 2023.

Kegiatan bakti sosial ini di hadiri oleh Wakil Wali Kota Palu Reny A Lamajido, Anggota IDI, Ikatan Istri Dokter (IID), serta di ikuti oleh 52 balita Stunting dan 12 ibu hamil yang berisiko Stunting.

Ketua IDI Cabang Palu Muhammad Natsir menjelaskan, bakti sosial ini digelar guna melakukan intervensi penurunan angka Stunting dalam meningkatkan kesehatan masyarakat.

Baca juga: Kelurahan Layana Indah Daerah Tertinggi Kasus Stunting di Kecamatan Mantikulore Palu

“Hari ini kami sebagai organisasi profesi kesehatan sekarang mengelar kegiatan sosial di Layana Indah sebagai upaya meningkat kesehatan masyarakat di sini,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Palu, Kelurahan Layana Indah berada di posisi ketiga sebagai kelurahan dengan angka stunting yang cukup tinggi.

Angka Stunting di Kelurahan Layana Indah terus naik sejak tahun 2021, yaitu 11,5 persen, kemudian tahun 2022 menjadi 13,1 persen, dan pertengahan tahun 2023 tercatat sebanyak 15,58 persen.

Baca juga: Hadiri Bakti Sosial IBI Kota Palu, Reny A Lamadjido Ingatkan Ibu Hamil Tentang Bahaya Stunting

Natsir menuturkan, seluruh kegiatan ini merupakan bentuk kerja nyata yang dilakukan oleh pihak IDI dalam membantu masyarakat di Kota Palu.

“Yang kami harapkan agar dapat mengintervensi angka-angka Stunting di kelurahan ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata dia, stunting telah menjadi permasalahan nasional yang dalam penanganannya harus di tangani secara bersama-sama.

Baca juga: Kasus Stunting di Parimo Menurun, Sekda: Ini Hasil Kerja Keras Sejumlah OPD

“Pihak IDI sekarang ini masih berdiskusi untuk menjadikan Layana Indah ini sebagai fokus kedepannya yang akan dilakukan secara rutin dengan intervensi selama enam bulan kedepan,” katanya.

Besar harapannya agar masalah stunting di Kota Palu dapat turun dari 24 persen menjadi 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

Baca juga: Cegah Stunting, Kelurahan Pengawu Bangun Rumah Stunting

Dalam kesempatan ini, selain memaparkan risiko Stunting, pihak IDI Cabang Palu bagikan 80 paket sembako kepada masyarakat yang hadir. (Angel)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *