Harga Telur di Palu Tembus Rp56.000 Per Rak, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli

Potret Telur Ayam. Foto: Angel/kabarsulteng.id
Potret Telur Ayam. Foto: Angel/kabarsulteng.id

Palu, Kabarsulteng.id – Sejak dua pekan terakhir, harga telur di pasar tradisonal di Kota Palu terus melonjak naik.

Menurut penelusuran media ini di pasar Masomba, Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Sabtu 20 Mei 2023.

Harga telur ayam per rak naik drastis, untuk telur berukuran besar mencapai Rp56.000 ribu, sedangkan untuk ukuran biasa mencapai Rp52.000 ribu, dan kecil mencapai Rp42.000 ribu.

Baca juga: Dari Pasar Tradisional, Produk Sabun Cuci Piring Hikma Clean Diharap Tembus Pasar Modern

Pedagang telur bernama Herman (52 tahun) mengatakan, kenaikan harga telur ini berdampak pada sepinya pembeli.

Sebelumnya harga telur ayam per rak berada di kisaran yang besar Rp52.000 ribu, sedang Rp47.000 ribu, dan kecil Rp37.000 ribu.

“Memang sehabis lebaran kemarin langsung naik harga telur, dan naiknya itu bertahap ya, tidak langsung naik begitu saja,” katanya kepada kabarsulteng.id

Baca juga: Pedagang Pasar Bambaru Keluhkan Sepi Pembeli

“Dengan naiknya harga telur sekarang ini berpegaruh besar juga kepada kami pendagang mulai sepi pembeli,” sambungnya.

Menurutnya, kenaikan harga telur ayam ini disebabkan stok ayam berkurang, dan kenaikan harga pakan ayam.

Herman menambahkan, untuk saat ini ia belum mengetahui kapan harga telur kembali normal lagi seperti biasanya.

Baca juga: https://www.kabarsulteng.id/2023/05/05/pertama-di-palu-mini-zoo-hadir-di-pasar-bambaru/

“Yah kita ini mengikuti harga saja. Hampir setiap hari kami penjual juga di komplen terus sama pembeli ini dengan naiknya harga telur,” ujarnya.

Menangapi kenaikan harga telur ini salah satu pembeli bernama Nur Amalia (24 tahun) mengungkapkan, kalau harga telur naik tentunya cukup memberatkan.

Terlebih, dirinya sebagai anak kost yang pilihan makanannya sering kali makan telur.

Baca juga: Pemkot Palu Tingkatkan SDM UKM Melalui Pemanfaatan Teknologi

“semoga lah bisa kembali ke harga-harga yang normal seperti biasanya,” harap Ama sapaan akrabnya.

Senada dengan Ama, penjual kue kering bernama Nilam (52 tahun) menuturkan, naiknya harga telur ini sangat berpengaruh dengan harga jual kue miliknya.

Baca juga: Revitalisasi Pasar Inpres Manonda dan Masomba Masih Menunggu Proses Pusat

“Karena bahan dasar kue yang saya bikin dari telur, mau tidak mau dengan adanya kenaikan ini harga kue saya juga naik drastis,” tuturnya. (Angel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *