Pernyataan Sejumlah Tokoh Pasca Bentrok di PT GNI

Pernyataan Sejumlah Tokoh Pasca Bentrok di PT. GNI
Foto: Dok PT. GNI

KABAR SULTENG, MOROWALI UTARA – Pernyataan sejumlah tokoh pasca bentrok di PT GNI, di Morowali Utara, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Tengah (MUI Sulteng), Habib Ali bin Muhammad Aljufri berharap bentrok di PT GNI agar semua pihak dapat menahan diri agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Karena bagaimanapun kegiatan investasi itu ada manfaatnya untuk masyarakat. Masalah ini harus bisa diselesaikan dan dimediasi secara cepat karena kerugian yang ditimbulkan bukan hanya dialami oleh PT GNI, tetapi juga pihak lain,” ujarnya, Senin, 23 Januari 2023.

Baca juga: Pasca Bentrok di PT. GNI, Ini Imbauan Tokoh Agama dan Tokoh Adat di Morut

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Morowali Utara, ustadz Faisal Dg. Siame, memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat dan pekerja PT. GNI untuk membantu dalam menciptakan situasi yang kondusif.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Morowali Utara untuk tetap beraktivitas sebagaimana biasa khususnya kepada seluruh karyawan, pekerja yang berada di lingkup perusahaan PT. GNI,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Ketua PCNU Tolitoli, Jabir Rabbile, yaitu untuk menghindari terjadi insiden lagi perlu ada pertemuan TKA dan TKI sebulan atau tiga bulan sekali. Hal ini penting agar tidak terjadi gap antar TKA dan TKI. Selain itu, dapat memunculkan interaksi dan keharmonisan antar kedua pihak.

“Kehadiran perusahaan asing dinegara kita merupakan keharusan agar dapat menyerap tenaga kerja dan menurunkan tingkat pengangguran didaerah, kemudian meningkatkan perekonomian masyarakat lokal” ucap Jabir Rabbile.

Sementara itu, Ketua Adat Wulanderi Bunta Kabupaten Morowali Utara, Drs. J. Pode Tobogu mengatakan kehadiran PT. GNI dapat memberikan efek ganda yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Morut.

“Masyarakat adat Bunta mendukung kehadiran PT. GNI karena memberikan kontribusi yang besar bagi Kabupaten Morut dan meningkatkan pendapatan negara bukan pajak, retribusi dan CSR” katanya.***

Sementara itu, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Morut, Waris Kandori berharap semua pihak melakukan evaluasi agar insiden di PT GNI tidak terulang.

“Masyarakat Morut sangat merespon positif keberadaan investasi, karena mampu memberikan peningkatan perekonomian rakyat,” katanya.***