Pasca Bentrok di PT. GNI, Ini Imbauan Tokoh Agama dan Tokoh Adat di Morut

Pasca Bentrok di PT. GNI
Tokoh Agama Morowali Utara, Ust.Faisal Dg. Siame, Rais Syuriah. (Foto: Pribadi)

KABAR SULTENG, MORUT – Kondisi terkini pasca insiden Bentrok di PT. GNI sudah berjalan normal dan kondusif dimana para karyawan bekerja dan beraktivitas seperti biasa meskipun masih dijaga oleh pihak keamanan.

Terkait hal tersebut, Tokoh Agama Morowali Utara, Ust.Faisal Dg. Siame, Rais Syuriah mengimbau kepada seluruh masyarakat dan pekerja PT. GNI untuk membantu dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Baca juga: Kondisi Terkini PT GNI Kondusif, TNI/Polri Berjaga

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Morowali Utara untuk tetap beraktivitas sebagaimana biasa khususnya kepada seluruh karyawan, pekerja yang berada di lingkup perusahaan PT. GNI,” ujar Ust.Faisal Dg. Siame, Minggu, 22 Januari 2023.

Ustadz Faisal yang juga selaku Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Morowali Utara ini mengajak seluruh masyarakat untuk tidak terprovokasi terhadap isu-isu yang beredar pasca insiden Bentrok di PT. GNI dan tetap menjaga keamanan dan ketertiban untuk kelangsungan iklim investasi yang ada di Morowali Utara.

“Bersama-sama kita menjaga keamanan dan ketertiban sehingga iklim investasi tetap berjalan sebagaimana biasanya,” kata ustadz Faisal.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kepada seluruh pihak yang terkait dalam menciptakan keadaan kondusif terutama kontribusi dari TNI/Polri yang membantu meredam kerusuhan yang terjadi di lokasi PT. GNI.

“Saya mengapresiasi kepada aparat keamanan TNI/Polri dan juga pemerintah yang sudah mengendalikan suasana sehingga menjadi aman dan kondusif,” katanya.

Baca juga: Dugaan Rentetan Kejahatan dan Jejaring Elit Politik di Balik PT GNI

Senada, Tokoh Adat Masyarakat Bunta Drs. J. Pode Tobogu mengatakan bahwa kehadiran PT. GNI memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat Bunta.

“Dalam perkembangan selanjutnya, kami masyarakat adat Bunta bersyukur dengan adanya PT. GNI dimana masuk di daerah kami, dengan masuknya PT. GNI memberikan tingkat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Bunta,” ujar Pode Tobogu.

Perlu diketahui, PT GNI masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) Indonesia di bidang hilirisasi minerba. PT GNI menghasilkan produk ferronickel yang kemudian diolah menjadi besi stainless yang digunakan untuk produksi stainless dan industri besi nickel alloy.

PT GNI mampu menghasilkan 10-12 persen Nickel Pig Iron (NPI) dengan kapasitas produksi pertahun 2,000,000 metrik ton. Hasil produksi disuplai langsung kepada konsumen yang kemudian diolah lagi menjadi produk yang dapat digunakan sehari-hari.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *