Sejumlah Proyek Miliaran Rupiah di Morut Diduga Bermasalah

Sejumlah Proyek Miliaran Rupiah di Morut Diduga Bermasalah
Proyek pembangunan jembatan Kuse Morut. (Foto: BM/Ist)

KABAR SULTENG, MORUT  – Sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah diduga bermasalah.

Hal tersebut ditandai dengan monitoring yang dilakukan Ketua komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Morut Abidin Lamatta di sejumlah proyek Pemda Morut, di kecamatan Mori Utara, pada Sabtu, 7 Januari 2023.

Baca juga: DPR RI Sebut PT GNI Banyak Lakukan Pelanggaran

Baca juga: KPU Morut Lantik 50 Anggota PPK

Ketua komisi III DPRD Morut Abidin Lamatta menemukan sejumlah proyek bernilai miliaran rupiah mengalami keterlambatan pekerjaan.

“Ada 3 pekerjaan proyek yang totalnya bernilai miliaran rupiah di kecamatan Mori Utara ini sangat disayangkan menyebrang tahun dan mengalami keterlambatan,” ungkap Abidin, dikutip dari Berita Morut.

Adapun proyek tiga proyek bermasalah, kata Abidin, yakni proyek pembangunan Puskesmas Pembantu Desa Era dikerjakan oleh CV. Reza Lestari Mandiri dengan pagu anggaran senilai Rp 925.000.000.

Sejumlah Proyek Miliaran Rupiah di Morut Diduga Bermasalah
Proyek Pembangunan Puskesmas Pembantu Desa Era. (Foto: BM)

Kemudian, proyek rekonstruksi Jalan Era Bencue dikerjakan oleh CV. Owen Engineering dengan pagu anggaran Rp8.754.999.999.

Sejumlah Proyek Miliaran Rupiah di Morut Diduga Bermasalah
Proyek Rekonstruksi Jalan Era Bencue. (Foto: BM)

Selanjutnya, proyek pembangunan jembatan Kuse (DAK Penugasan) dikerjakan oleh CV. Bayu Dita Nugraha dengan pagu anggaran Rp. 9.525.916.000.

Sejumlah Proyek Miliaran Rupiah di Morut Diduga Bermasalah
Proyek pembangunan jembatan Kuse Morut. (Foto: BM/Ist)

Anggota DPRD Morut Abidin Lamatta mengatakan, monitoring ke lapangan ini diakukan karna adanya laporan masyarakat terkait keterlambatan pekerjaan proyek.

“Saya turun dilapangan karna adanya laporan masyarakat terkait keterlambatan pekerjaan 3 proyek itu,” katanya.

Olehnya, Abidin sangat menyayangkan ketelambatan proyek rekostruksi yang seharusnya sudah bisa dinikmati masyarakat saat perayaan Natal dan tahun baru.

“Pastinya keterlambatan proyek rekonstruksi ini sangat disayangkan,” pungkasnya.***