Kembangkan Fungsi Masjid, DMI Kolaborasi dengan Pemda se Sulteng

Jajaran pengurus PW DMI Sulteng saat melaksanakan Musda PD Tolitoli. Foto : Biro Kominfo PW DMI Sulteng

KABARSULTENG, PALU – Dewan Masjid Indonesia (DMI) di wilayah Sulawesi Tengah berkolaborasi dengan pemerintah daerah di 12 kabupaten dan satu kota di Sulteng untuk mengembangkan fungsi masjid serta meningkatkan kesejahteraan imam masjid dan pegawai syara.

“Sesuai dengan arahan Ketum DMI Sulteng bapak Ahmad M Ali bahwa DMI sebagai organisasi umat, tidak boleh menutup diri, sebaliknya harus berkolaborasi dengan multi pihak termasuk pemerintah daerah untuk mengembangkan fungsi masjid dan meningkatkan kesejahteraan imam dan pegawai syara,” ucap Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah DMI Provinsi Sulteng Muchtar Ibnu Masud, dihubungi dari Palu, Ahad (22/5).

Muchtar menyebut DMI sebagai wadah organisasi berhimpunnya para tokoh agama Islam, memiliki banyak keterbatasan, sehingga perlu membangun kolaborasi multi pihak termasuk pemerintah daerah untuk memakmurkan umat lewat pengembangan fungsi masjid.

Karena itu, kata Muchtar, dengan visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid, DMI mendorong dan mengajak pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, untuk bersama-sama memakmurkan umat.

Muchtar menjekaskan, DMI Sulteng dengan visi memakmurkan dan dimakmurkan masjid, menempatkan masjid sebagai pusat pembangunan peradaban keummatan.

Ia menjelaskan, pembangunan peradaban itu meliputi pengembangan fungsi masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dan pusat pendidikan untuk peningkatan intelektual, keterampilan dan moral.

Pada aspek pemberdayaan ekonomi umat, kata Muchtar, DMI Mart saat ini sedang disiapkan oleh DMI Sulteng yang dalam waktu dekat, sebagai langkah awal akan dibangun di 20 masjid di wilayah Palu, Sigi dan Donggala.

Kemudian, pengembangan fungsi masjid sebagai pusat pendidikan umat, kata Muchtar, terlebih dahulu DMI akan melakukan pembinaan kapasitas imam masjid dan pegawai syara.

“Sesuai dengan arahan Ketum DMI Sulteng bapah Ahmad M Ali bahwa ke depan, DMI akan melibatkan pondok pesantren untuk membina para imam dan pegawai syara, untuk mengembangkan kapasitas mereka,” sebutnya.

Sehingga ke depan, sebut Muchtar, imam masjid dan pegawai syara dapat menjalankan fungsi masjid sebagai tempat pendidikan, minimal pendidikan Islam khususnya baca dan tulis alquran yang diajarkan kepada anak usia dini.

“Ke depan sesuai dengan niat Ketum DMI Sulteng bapak Ahmad Ali, DMI akan merehabilitask sarana masjid di 200 masjid se-Sulteng,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tolitoli Amran H Yahya menyatakan siap bekerja sama dengan DMI untuk mengembangkan fungsi masjid dan meningkatkan kesejahteraan umat.

“Saya siap berkomitmen berkolaborasi dengan DMI untum kemajuan dan kesejahteraan ummat dan pegawai syara khususnya di wilayah Tolitoli,” ucap Amran.(*)/Ajir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *