DMI Sulteng Salurkan 1.000 Paket Pangan ke Dhuafa di Poso

Sekretaris PW DMI Provinsi Sulteng Muchtar Ibnu Masud, saat memberikan secara simbolis bantuan paket pangan kepada Dhuafa di dataran Napu Kabupaten Poso. Foto : Biro Diskominfo DMI Sulteng

KABARSULTENG, POSO – Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan 1.000 paket pangan kepada dhuafa yang merupakan jamaah masjid di dataran Napu meliputi Kecamatan Lore Utara dan Lore Tengah, Kabupaten Poso.

“Penyaluran paket pangan dalam bentuk sembako kepada dhuafa, merupakan satu program DMI di bulan Ramadhan dengan tujuan untuk membantu kebutuhan masyarakat terhadap pangan,” kata Sekretaris PW DMI Provinsi Sulteng Muchtar Ibnu Masud, di Palu, Rabu (20/4).

Paket pangan sebanyak 1.000 paket telah didistribusikan kepada masyarakat dhuafa sejak tanggal 18-19 April 2022 di Kecamatan Lore Utara dan Lore Tengah.

“Bantuan yang diberikan, berasal dari bapak Ketua Umum PW DMI Sulteng H Ahmad M Ali,” ujarnya.

Muchtar berharap penerima manfaat tidak menilai fisik dari bantuan yang diberikan, tetapi melihat naik baik dan ketulusan seseorang yang telah menyalurkan bantuan.

Selain di dataran Napu, Kabupaten Poso. Kata dia, PW DMI Sulteng juga menyalurkan bantuan paket pangan kepada dhuafa di Kota Palu dan beberapa kabupaten lainnya di Sulteng.

“Di antaranya Di Yayasan Liwa’ul Haq Vatutela, kemudian wilayah Kecamatan Palu Timur, Mantikulore, Tawaeli, Tatanga dan seterusnya. Juga di 12 kabupaten di Sulteng,” ujarnya.

DMI Sulteng lewat Ketum Ahmad Ali menyiapkan 20.000 paket pangan dalam bentuk sembako dan 25.000 bingkisan untuk pegawai syara di 5.000 masjid se-Sulteng.

Bantuan paket pangan dan bingkisan hingga saat ini terus disalurkan kepada pegawai syara se-Sulteng yang tersebar di 12 kabupaten dan satu kota.

Kita harus ambil bagian dalam memuliakan imam masjid dan semua pegawai syara, di semua masjid di Sulteng,” ucap Ketua Umum PW DMI Sulteng Ahmad Ali.

Ahmad M Ali menilai, imam masjid dan seluruh pegawai syara di semua masjid di Sulteng, sebagai komponen masyarakat yang harus diperhatikan.

Hal itu karena, imam masjid dan perangkatnya rela meluangkan waktu dan tenaga untuk mengurusi kegiatan peribadatan dan keagamaan di masjid.

“Merekalah yang bersentuhan langsung dengan umat, sehingga sudah sepatutnya DMI harus memberikan perhatian kepada imam masjid dan pegawai syara,” kata Ahmad Ali.

Ke depan,  DMI Sulteng juga akan berupaya mengembangkan kompetensi imam masjid dan pegawai syara yang ada di provinsi tersebut.(*)/AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *