Sulteng Harusnya Jadi Penyuplai Pangan Bagi Perusahan di Banggai dan Morowali

Waketum Partai Nasdem, Ahmad M. Ali dalam pertemuan bersama Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo dan Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka. (Foto : IST)

JAKARTA, – Daerah daerah di Sulawesi Tengah yang menjadi tempat berusaha perusahaan perusahaan besar harus menjadi penyuplai utama kebutuhan pangan mereka. Penegasan tersebut dikemukakan Waketum Partai Nasdem dalam pertemuan bersama Menteri Pertanian dan Bupati Banggai.

“Banggai itu ada perusahaan gas, Morowali dan Morowali Utara perusahaan perusahaan tambang. Kebutuhan makan mereka mestinya dipenuhi oleh hasil dari tanah disitu. Kepala daerah harus punya cara agar hasil rakyatnya dulu yang dibeli perusahaan, kekurangannya baru ambil dari luar,” tegas Ahmad M. Ali Waketum Partai Nasdem.

Terkait hal tersebut, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta Bupati Banggai segera menginventarisir lahan lahan yang bisa menjadi bagian dari program Kementrian Pertanian.

“Di Kementrian Pertanian itu tidak ada bantuan tapi program dengan skala ekonomi yang dihitung secara presisi, sehingga dalam jangka waktu tertentu semua pengeluaran bisa kembali. Saya tunggu laporan kesiapan Banggai, kita segera buat gugus tugas, minggu kedua dan ketiga Januari 2022 mulai lihat kondisi lapangan, awal Februari kita gerak,” kata Menteri Syahrul Yasin Limpo.

Mendapat tantangan Menteri Syahrul Yasin Limpo, Bupati Banggai Amirudin Tamoreka yang didampingi kepala dinas pertanian, ketahanan pangan dan peternakan, menyatakan kesiapan daerah dan masyarakat.

“Insya Allah kami siap pak menteri. Kami segera siapkan lahan untuk program integrated farming di daerah Keles, sementara untuk program yang sifatnya reguler maksimun kita akan siapkan di dataran rendah. Kami pastikan siap menyambut gugus tugas Januari mendatang,” ujar Bupati Amirudin Tamoreka.

Setelah satu jam lebih diskusi, pertemuan diakhiri dengan makan siang bersama.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *