Tewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan, Kapolda Sulteng Fokus Kejar 4 DPO Teroris Yang Tersisa

Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi (kiri) bersama Danrem 132 Tadulako Brigjen TNI Farid Makruf (kanan) usai menggelar konferensi pers bersama sejumlah wartawan di Polres Parimo. (Foto : kabarsulteng)

PARIMO, – Kapolda Sulteng Irjen Pol Rudy Sufahriadi mengonfirmasi bahwa dua DPO teroris Poso yang tewas tertembak di Pegunungan Desa Astina, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong yakni Ali Ahmad alias Kalora dan satu orang anggotanya Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama.

“DPO Teroris yang tewas adalah Ali Ahmad alias Ali Kalora dan Ikrima alias Jaka Ramadhan alias Rama,” jelas Kapolda Sulteng, dihadapan awak media, di Polres Parimo, Minggu (19/9/2021).

Kapolda mengungkapkan, kedua DPO teroris tersebut tertembak tidak jauh dari pemukiman warga. Keberadaan keduanya didapatkan berdasarkan kerja sama semua satuan yang terlibat.

“Jadi mereka berdua ini memang terpisah dari empat orang DPO lainnya, dan tentunya penindakannya sesuai SOP TNI Polri,” ungkap Rudy.

Rudy juga menerangkan, pasca tewasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadan. DPO teroris Poso yang tersisa saat ini yakni Askar Alias Jaid Alias Pak Guru, Nae Alias Galuh Alias Muklas, Suhardin Alias Hasan Pranata dan Ahmad Gazali Alias Ahmad Panjang.

“Saat ini kami fokus mengejar 4 DPO yang terisah, kami akan kejar sampai dapat. Saya harapkan mereka cepat menyerahkan diri sebelum dilakukan tindakan terukur secara tegas,” tegasnya.(Ajir)