PB.HMI: Ajak Kader HMI Se-Indonesia Turut Mendoakan Korban atas Insiden Sriwijaya Air J182

KABARBUOL.COM – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB. HMI) mengajak kepada seluruh kader HMI se-Indonesia turut mendoakan korban atas insiden Sriwijaya Air J182 yang dikabarkan jatuh dikepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1 /2021).

Pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak itu lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Banten dikabarkan jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu sekitar pukul 14.40 WIB saat dilaporkan hilang kontak.

Selain keluarga awak penumpang, Kabar berita tak mengenakan hati ini membuat kecemasan serta duka yang mendalam bagi seluruh kader HMI.

Pasalnya dari data manifes penumpang yang di terima oleh Pengurus PB.HMI bahwa nama mantan ketua umum pengurus besar HMI periode 2016-2018 Mulyadi P. Tamsir beserta isteri menjadi menjadi salah satu korban penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ182 itu.

Pengurus PB.HMI Departemen Advokat Dan HAM, Mhd Tauflik Abdullah mengungkapkan, sampai saat ini PB.HMI masi terus mencari informasi dengan berkoordinasi bersama tim BASARNAS di lapangan.

“Terkait kondisi kanda Mulyadi beserta Isteri, jeluarga dan korban lainnya belum bisa di ketahui keberadaanya,” ujar Taufik, Sabtu (9/1/2020).

Selain itu, PB.HMI juga mengajak kepada seluruh kader HMI se-Indonesia agar mendoakan kepada seluruh awak penumpang yang menjadi korban dalam musibah ini

“Semoga kepada seluruh penumpang dalam keadaan baik-baik saja dan selamat. Semoga Allah senantiasa melindungi kanda Mulyadi dan orang yang ikhlas, tulus berjuang untuk organisasi. Amiin Ya Robb,” tutur Taufik.

Diketahui, rombongan Matum PB.HMI sebanyak 4 orang, diantaranya Mulyadi P Tamsir, Makrufatul, Khasanah, Andi Syifa Kamila.

Ia juga mengungkapkan, sosok Mulyadi sangat memberikan arti sendiri dalam dinamika kepemimpianan PB HMI dimasanya. Mulyadi dinilai berani mengambil keputusan meski ada yang harus tersakiti demi untuk kepentingan organisasi.

“Suatu waktu saya pernah mendapat pesan dari beliau, disaat sela-sela isterahat forum Advance Training Tingkat Nasional BADKO HMI Sulteng 2017 yakni adinda Mhd Taufik Abdullah dalam dirimu adalah sebagai kader HMI, kita harus berani mengambil keputusan meskipun ada yang tersakiti,” kata Taufik.

“Dari pada tidak ada keputusan sama sekali. Kita boleh belah teman, saudara atau kelompok. Akan tetapi belahlah organisasi ini (HMI) lebih dari teman, saudara dan kelompok,” kenang Taufik.(Ajir)